28
Jan
10

Biopori – Solusi Banjir saat penghujan dan kekeringan saat kemarau

Saat musim penghujan, seringkali perumahan tempat saya tinggal mengalami banjir, meskipun dalam intensitas kecil tapi cukup merepotkan juga jika sampai masuk ke dalam rumah. Dan dikala musim kemarau datang, diperumahan saya tinggali ini pun pasti terjadi kekeringan yang kemudian memaksa sebagian penghuni untuk mandi dan mengambil air di musholla yang kebetulan letaknya dekat dengan penampungan air dan menggunakan pompa yang cukup baik.

Hal ini bukan hanya terjadi di lingkungan perumahan saya di Mediterania residence, Sukamulya, Cikupa. Saya sering menjumpai kekeringan di rumah rekan saya di wilayah cirewed, dan beberapa tempat lainnya. Banjir juga selalu terlihat di pengkolan, pasir gadung (kalo ini ga peduli hujan atau panas) yang akibatnya merusak sebagian Jalan Raya Serang dan tentunya menyebabkan kemacetan panjang setiap hari, apalagi waktu sibuk. Mudah-mudahan perbaikan jalan pengkolan saat ini cepat selesai.

Melihat hal ini, hati saya miris, betapa banyaknya debit air yang terbuang percuma saat penghujan dan sebaliknya betapa sedikitnya air yang tersedia saat kemarau, tapi tidak ada upaya kita sebagai masyarakat cikupa untuk memperbaiki lingkungan kita. Mengingat Cikupa adalah lingkungan yang saat ini sedang berkembang cepat, mungkin nantinya, wallahualam, kekeringan dan banjir ini akan meluas ke beberapa daerah lainnya. Sekarang inilah saat terbaik bagi kita untuk mempersiapkan lingkungan kita untuk kemajuan nanti.

Beberapa waktu yang lalu, saya pernah berbicara dengan Bapak Abel, salah seorang tokoh masyarakat di Perumahan Mediterania, beliau pernah menginformasikan tentang betapa baiknya jika setiap rumah bisa membuat lubang biopori untuk mengatasi kekeringan dan banjir,  sayangnya beliau kini pindah bekerja di tempat lain. Akhirnya saya juga mencari beberapa informasi mengenai biopori.

Biopori adalah lubang-lubang didalam tanah yang terbentuk oleh aktivitas organisme didalamnya seperti cacing, perakaran tanaman, rayap dan fauna tanah lainnya. Lubang yang terbentuk akan terisi udara yang akan menjadi tempat berlalunya air didalam tanah. 

Jika setiap rumah di lingkungan Cikupa saat ini membuat lubang biopori, maka Insya Allah penyerapan air tanah dan masalah kekeringan akan bisa teratasi karena air akan dapat terserap maksimal didalam tanah, sekaligus mengatasi masalah sampah organik rumah tangga. Sebagai gambaran, satu lubang biopori berukuran dengan diameter 10cm dengan kedalaman 100cm, maka luas bidang resapan air akan bertambah sebanyak 3140 cm2, atau hampir 1/3m2. Dan air yang tertampung oleh lubang ini akan terserap menyebar oleh pori-pori tanah yang di buat secara alami oleh organisme yang hidup di dalam tanah. Bayangkan jika satu rumah mau membuat 3 lubang biopori, maka tidak akan ada kata air yang terbuang saat hujan dan kekeringan saat kemarau. Tapi hal ini tidak akan terwujud tanpa peran kita sebagai masyarakat peduli lingkungan. Saya akan membahas detail tentang pembuatan, alat yang dibutuhkan, dan jumlah yang disarankan untuk pembuatan biopori ini diartikel selanjutnya.

Semoga hal ini bukan hanya menjadi wacana, dan kita dapat memperbaiki kondisi lingkungan yang lebih baik, bebas banjir, tidak ada lagi kekeringan, tanah yang subur dan lingkungan yang teduh. Amin.


0 Responses to “Biopori – Solusi Banjir saat penghujan dan kekeringan saat kemarau”



  1. Tinggalkan sebuah Komentar

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


Januari 2010
M S S R K J S
    Feb »
 12
3456789
10111213141516
17181920212223
24252627282930
31  

Masukkan alamat surel Anda untuk berlangganan blog ini dan menerima pemberitahuan tulisan-tulisan baru melalui surel.

Bergabunglah dengan 1 pengikut lainnya


%d blogger menyukai ini: